Posted by: tekku | March 11, 2008

HIDDEN AGENDA DIBALIK SUSU FORMULA

Kiriman dari seorang teman🙂
Perlu untuk kita ketahui bersama, supaya kita lebih bijak dalam menyikapi hal yang beredar luas. 
 ============================================================
Beberapa hari terakhir ini kita dihebohkan dengan adanya klaim dari para peneliti IPB bahwa beberapa susu formula mengandung bakteri E. sakazakii. Bakteri tersebut dapat menyebabkan diare akut.
Saya bukan seorang ahli di bidang kesehatan, apalagi seorang dokter ataupun farmasis, namun adanya berita tersebut cukup menarik perhatian saya. Karena banyak anak-anak kawan saya yang juga mengkonsumsi susu formula, dan ternyata sampai sekarang mereka sehat-sehat saja, pertumbuhannya pun tak terganggu, bahkan tergolong anak-anak yang cerdas.

Ketika saya search tentang E. sakazakii di Google, ternyata saya menemukan artikel tentang E. sakazakii yang diterbitkan oleh WHO di sini. Karena dipublikasikan oleh WHO, isi artikel tersebut tidak perlu diragukan lagi, bukan?.

Melalui artikel tersebut ada beberapa hal yang saya dapatkan:

1. Bakteri E. sakazakii memang ada di susu formula, bahkan telah ada penelitian mengenai bakteri tersebut yang dilakukan pada tahun 1960an.

2. WHO dan FAO telah melakukan pertemuan pada tahun 2004 terkait dengan adanya bakteri tersebut.
3. Di Belanda, hanya 10 kasus infeksi bakteri tersebut yang terjadi selama 40 tahun.
4. Bayi yang paling berpotensi terkena infeksi bakteri tersebut adalah bayi yang lahir dengan berat badan rendah (< 2500 g).
5. Probabilitas terserang bakteri tersebut adalah 8.9 × 10-6 atau 1 berbanding 8.900.000, itupun untuk bayi yang lahir dengan berat badan rendah.
6. Probabilitas tersebut bisa berkurang hingga 10.000 kali lipat bila susu dilarutkan dengan air di atas suhu 70 °C.
Terkait dengan point nomor 1 dan 2 yang saya sebutkan di atas, mengapa kita baru ribut-ribut sekarang? Karena baru saja ditemukan oleh para peneliti IPB? Apakah itu berarti sebelum ditemukan oleh para peneliti IPB, tidak ada susu formula yang terkontaminasi bakteri E. sakazakii?
Yang saya sesalkan, mengapa bila ada kejadian seperti ini, media massa selalu mengemasnya secara bombastis. Tidak ada upaya untuk memberikan informasi tambahan seperti catatan sejarah bakteri tersebut di dalam susu formula, probabilitas bayi yang mungkin terinfeksi bakteri tersebut, cara penanggulannya, ataupun upaya untuk menyelidiki, setidaknya selama kurun waktu 2004 hingga sekarang, ada berapa kasus bayi yang terinfeksi bakteri tersebut. Dengan demikian, pemberitaan menjadi berimbang.
Yang lebih membuat aneh lagi. Kasus susu formula ini muncul setelah Launching buku Menkes, yang membongkar konspirasi WHO & AS dibalik virus Flu Burung. Rupaya tidak berlebihan jika saya mengira, ini adalah upaya pengalihan opini masyarakat.
Targetnya :
1. Menkes Siti Fadilah menjadi tidak populer di mata masyarakat Indonesia.
2. Opini masyarakat mendorong SBY untuk memecat Menkes.
3. Terhentilah perjuangan Menkes untuk membongkar lebih jauh agenda hitam WHO & AS.
Jadi ibu-ibu yang memiliki bayi, kalau menurut saya sih rasanya tidak perlu merasa kuatir yang berlebihan. Apalagi sampai mengganti susu dengan air tajin. Apakah juga jaminan bahwa air tajin bebas bakteri?

Adanya kehebohan seperti ini kadang menjadi blessing in disguise juga. Ibu-ibu akan semakin terdorong untuk memberikan ASI Eksklusif sampai usia bayi 6 bulan. Masalahnya, bagaimana dengan ibu bekerja? Cuti yang diterima umumnya hanya dua bulan setelah melahirkan. Setelah ibu bekerja kembali, faktor kegagalan pemberian ASI Eksklusif tentu sangat besar. Padahal Departemen Kesehatan Indonesiapun menyerukan para ibu untuk memberikan ASI Eksklusif sampai usia bayi 6 bulan.

Mungkin bisa dipertimbangkan supaya DepKes melakukan koordinasi dengan Depnakertrans agar memberikan hak cuti kepada ibu melahirkan hingga usia bayi 6 bulan, agar program pemberian ASI Eksklusif bisa berhasil.

Sally_sety

sumber : http://yahyakurniaw an.net/seputar- kita/heboh- bakteri-e- sakazakii- di-susu-formula/

Responses

  1. buat saya sih, jangan-jangan Menkes yang cari perhatian. Soal teori konspirasi mah sudah ada sejak dulu. Apapun skenarionya, menurut saya cara Bu Menkes menanggapi temuan IPB terlalu berlebihan. Media hanya memanfaatkan itu. Agenda setting oleh si penggagas bocornya penelitian IPB sukses besar.
    Kalau ngomong soal konspirasi, kenapa Bu Menkes ‘getol’ banget membela produsen Susu Formula?

  2. Hallow yang disana, thanks ya dah mampir ke blog-ku.

    Perlunya aku nitip artikel ini di blog supaya para muda Indonesia lebih bijak dalam menyikapi segala sesuatunya. Yang ku rasa kadang kala pers Indonesia tidak menyuguhkan berita yang adil. Stressing hanya pada hal-hal yang “kurang positif”. So sudah waktunya kita melihat segala sesuatu dari sudut yang berbeda, dari kedua sisi.

    Perbedaan pendapat emang bisa memperkaya khasanah berpikir kita.

    Makasi sudah berpendapat🙂

    Cheers,
    Yang punya blog


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: